Life Is Beautiful

Selasa, 07 September 2010

Biografi AW Tozer

Aiden Wilson Tozer lahir pada 21 April 1897 pada sebuah daerah pertanian kecil di tengah perbukitan berduri Pennsylvania Barat. Dalam waktu singkat, Tozer, demikian dia ingin dipanggil, mendapatkan reputasi dan julukan "nabi abad ke-20". Dengan kemampuannya mengutarakan gagasan secara sederhana tetapi dengan gaya yang kuat, Tozer menggabungkan kuasa Allah dan firman untuk memberi makan jiwa-jiwa yang lapar, menembus hati banyak orang, dan menarik pikiran manusia kepada Tuhan. Ketika dia berumur 15 tahun, keluarga Tozer pindah ke Akron, Ohio. Pada suatu sore, ketika dia berjalan pulang dari tempat kerjanya di Goodyear, dia mendengar seorang pendeta jalanan berkata, "Jika kamu tidak tahu bagaimana supaya diselamatkan ... berserulah kepada Tuhan." Ketika tiba di rumah, dia mendaki tangga sempit ke loteng sambil memikirkan perkataan pendeta itu, Tozer menyerahkan seluruh hidupnya untuk mencari Tuhan.

Pada tahun 1919, tanpa mengeyam pendidikan formal, Tozer dipanggil untuk menjadi pendeta sebuah gereja kecil yang letaknya menghadap jalan di Nutter Fort, Virginia Barat. Permulaan yang sederhana itu mendorong dia dan istrinya, Ada Cecelia Pfautz, masuk dalam pelayanan selama 44 tahun bersama The Christian and Missionary Alliance. Dia menghabiskan 31 tahun dari 44 tahun pelayanannya di Chicago's Southside Alliance Church (Persekutuan Gereja Chicago Bagian Selatan). Jemaat yang terpikat oleh khotbah Tozer berkembang dari delapan puluh menjadi delapan ratus orang. Pada tahun 1950, Tozer terpilih sebagai editor "Alliance Weekly" yang sekarang dikenal sebagai "Alliance Life".

Keahlian Tozer adalah kehidupan doanya yang sering kali membawanya berjalan ke altar gereja atau menundukkan wajahnya ke lantai. Dia menulis, "Ketika seseorang berdoa, Ia juga berdoa". Baginya, menyembah Tuhan merupakan hal terpenting dalam hidup dan pelayanannya. "Khotbah dan tulisan-tulisannya merupakan perluasan kehidupan doanya," komentar penulis biografi Tozer, James L. Snyder. Penulis biografi sebelumnya mencatat, "Dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk berlutut daripada duduk di depan mejanya."

Kecintaan Tozer pada firman Tuhan juga merembes dalam kehidupan keluarganya. Dia memberi pertanyaan kepada anak-anaknya tentang apa yang mereka baca dan membuat cerita pengantar tidur mereka. "Yang paling aku ingat dari ayahku adalah cerita-cerita yang sangat indah yang dia ceritakan", kenang anak perempuannya yang bernama Rebecca. Son Wendell, salah satu dari enam anak laki-laki yang lahir sebelum Rebecca, mengatakan, "Kami semua akan lebih memilih untuk dicambuk oleh ibu daripada diomeli oleh ayah kami."

Tahun-tahun terakhir pelayanan Tozer dihabiskan di Avenue Road Church di Toronto, Kanada. Pada hari Senin, 12 Mei 1963, pencarian duniawinya akan Tuhan berakhir ketika dia meninggal akibat serangan jantung dalam usia 66 tahun, hampir 1 minggu setelah menyampaikan khotbah terakhirnya. Pada sebuah pemakaman kecil di Akron, Ohio, di batu nisannya terukir tulisan sederhana: "A Man of God" (Pendeta). Banyak orang bertanya-tanya mengapa tulisan-tulisan Tozer hingga sekarang masih sesegar ketika dia masih hidup. Mengenai hal tersebut, seorang temannya berkata, "Dia meninggalkan kedangkalan, kenyataan, dan hal-hal kecil untuk didiskusikan oleh orang lain .... Buku-buku(nya) masuk ke dalam hati." Leluconnya, baik yang tertulis maupun yang diucapkan, disejajarkan dengan lelucon Will Rogers -- jujur dan sederhana. Dalam satu saat, jemaat bisa tertawa terbahak-bahak dan kemudian duduk diam dalam keheningan yang khusuk.

Selama hampir 50 tahun, Tozer berjalan bersama Tuhan. Meskipun telah meninggal, dia terus berbicara, melayani mereka yang sangat ingin mengalami Tuhan. Seperti yang seseorang katakan, "Ia membuat Anda ingin mengenal dan merasakan Tuhan."

Hidup dalam Pencarian Akan Tuhan

Meskipun A.W. Tozer meninggal pada 1963, kehidupan dan warisan kerohaniannya terus menarik banyak orang untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang Tuhan. Tozer berjalan dalam jalan kehidupan rohani yang tidak dilalui banyak orang, yang dikarakterisasi oleh pencarian akan Tuhan yang penuh kasih dan tak mengenal lelah. Dia rindu untuk tahu lebih banyak tentang Juru Selamat -- bagaimana melayani dan menyembah Dia dengan segenap hidupnya.

Sepanjang hidup dan pelayanannya, Tozer mengajak orang-orang percaya untuk kembali ke posisi alkitabiah yang otentik, yang mengarakterisasi gereja mula-mula -- suatu posisi iman dan kekudusan yang dalam. "Dia adalah milik seluruh gereja," kata James Snyder dalam buku berjudul "In Pursuit of God: The Life Of A.W. Tozer". "Dia memeluk kekristenan yang benar di mana pun dia menemukannya." Sepanjang hidupnya, Tozer menggembalakan beberapa gereja Christian and Missionary Alliance dan menulis lebih dari empat puluh buku.

Setidaknya ada dua buku tulisan Tozer yang dianggap sebagai buku rohani klasik, "The Pursuit of God" dan "The Knowledge of the Holy" -- sebuah pencapaian yang sangat hebat untuk seseorang yang belum pernah menerima pendidikan teologi secara formal. Kehadiran Tuhan adalah kelas tempat dia belajar. Buku catatan dan peralatannya adalah doa dan tulisan-tulisan orang-orang Kristen dan para teolog pendahulunya -- kaum Puritan dan para pahlawan iman.

Pertobatan Tozer untuk menjadi orang Kristen terjadi pada saat dia berusia 17 tahun. Akibatnya, dia merasakan lapar dan haus yang tak pernah terpuaskan atas segala sesuatu tentang Tuhan. Suatu ruangan yang bersih di ruang bawah tanah keluarganya menjadi tempat dia menyendiri, tempat dia bisa berdoa dan merenungkan kebaikan-kebaikan Tuhan. "Tozer pernah menulis, 'Aku tahu bahwa Tuhan itu ramah, murah hati, dan sangat mudah untuk hidup bersama-Nya. Baginya, cinta dan anugerah dari Yesus Kristus merupakan kekaguman yang terus berulang,'" tulis Snydner.

Meskipun dia tidak bersekolah di sekolah Alkitab atau seminari, Tozer menerima dua gelar kehormatan sebagai doktor. Dia menerima tawaran untuk menggembalakan gereja pertamanya di Virginia Barat pada tahun 1916. Pada Desember 1921, Tozer dan istrinya, Ada, pindah ke Morgantown di mana mereka memiliki tujuh orang anak pertama mereka, enam anak laki-laki dan seorang perempuan. Uang adalah hal yang sangat sulit pada hari-hari pertama pelayanannya. Keluarga Tozer berjanji untuk percaya kepada Tuhan untuk semua yang mereka butuhkan dalam keadaan apa pun. "Kami diyakinkan bahwa Tuhan mampu memberikan uang kepada anak-anak-Nya yang percaya -- tetapi mudah bagi kita untuk tertarik pada uang dan gagal memuliakan Pemberinya!" Tozer tidak pernah goyah dari prinsip ini. Materi tidak pernah menjadi masalah. Banyak orang yang mengatakan bahwa Tozer sudah puas bila ia memiliki makanan, pakaian, dan buku-bukunya. Keluarganya tidak pernah memiliki sebuah mobil. Sebaliknya, Tozer justru memilih bus dan kereta untuk bepergian. Bahkan setelah dia menjadi penulis Kristen yang terkenal, Tozer memberikan sebagian besar keuntungannya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Pesannya masih segar seolah-olah tak tergoyahkan. Satu-satunya tujuan dalam hidupnya adalah untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan dia mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan cepat dia menemukan bahwa suatu hubungan yang dalam dan kekal bersama Tuhan adalah suatu hal yang harus digali. Sewaktu dia menjadi pendeta di sebuah gereja di Indianapolis, Tozer memerhatikan bahwa pelayanannya berubah. Ketika dia tidak menyimpang dari pokok penginjilan, Tuhan mulai memimpin dia ke dalam sebuah pelayanan baru. Untuk pertama kalinya dia mulai mencatat gagasan-gagasannya di atas kertas. Perubahan ini akhirnya mengukir sebuah tempat baginya sebagai seorang penulis yang menghasilkan banyak karya.

Pada tahun 1928, Tozer menerima panggilan untuk menjadi pendeta di Southside Gospel Tabernacle, Chicago, tempat dia diingat selama 30 tahun. Gereja itu berkembang dari sebuah paragereja menjadi sebuah gereja besar yang mandiri. Pelayanan misi dan kehidupan yang mendalam di dalam Yesus Kristus menjadi dua fokus utama gereja itu. "Khotbah-khotbah Tozer tidak pernah dangkal," tulis Snyder. "Ada pemikiran yang dalam di belakang mereka, dan (dia) memaksa pendengarnya untuk berpikir bersama dia. Dia memiliki kemampuan untuk membuat pendengarnya menghadapi diri mereka sendiri di dalam terang firman yang Tuhan telah sampaikan kepada mereka." Orang sembrono tidak menyukai Tozer; orang yang sungguh-sungguh ingin tahu apa yang Tuhan katakan kepada mereka, mengasihi Dia.

Semua yang Tozer pikirkan dan khotbahkan berasal dari waktu yang dia gunakan untuk berdoa kepada Tuhan. Dia berdoa untuk dunia dan kekacauan di dalamnya yang tidak berfokus pada Tuhan. "Kegiatan-kegiatan rohani kita seharusnya disusun sedemikian rupa sehingga ada banyak waktu untuk menggali buah-buah kesunyian dan keheningan," tulis Tozer.

Segera pada awal pelayanannya, Kristus memanggil dia pada suatu ketaatan yang berbeda yang membutuhkan suatu pengosongan diri dan kelaparan yang harus segera dipenuhi dengan Roh Tuhan. Ketaatannya juga berupa penyerahan seluruh hidupnya. Leonard Ravenhill pernah berkata kepada Tozer, "Saya takut kita tidak akan pernah bertemu lagi, Tozer. Orang seperti dia bukanlah lulusan universitas, tetapi buah dari pemikiran Roh."

Pada 12 Mei 1963, pencariannya berakhir, tujuannya tercapai. Pencarian Tuhan yang menakjubkan adalah lebih dari sekadar warisan. Ini adalah jalan hidup yang diberikan kepada kita supaya kita juga mengalami apa yang A.W. Tozer alami. Apakah Anda sudah mulai mencari Tuhan? (t/Ratri)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Nama situs:Bible Baptist Church
Judul asli artikel:Aiden Wilson (A.W.) Tozer 1897 -- 1963
Penulis:Tidak dicantumkan
Alamat URL:http://www.biblebaptistelmont.org/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar